Penerbitan Kong O Tuber


Ini telah menjadi salah satu sifat Keluaran HK dengan tertinggi dibicarakan. Zona fiksi di Asia Tenggara ini adalah tempat dengan perundingan orang yang bertentangan – satu dengan sangat suka berjudi, yang lain menyukai kecil dan yang yang lain lain menyukai makanan. Homo hal yang lazim dalam semua keluarga karakter ini merupakan mereka semua suka bertaruh. Inilah yang menjadi alasan terpenting mengapa saat ini banyak toko buku yang menawarkan lektur tentang Keluaran. & jika Anda salah satu dari orang-orang nun ingin mengetahui lebih banyak tentang tempat tersebut, sebaiknya Anda membaca buku-buku ini.

Buku I: Parfum Karet Dewa karya Sudahu Wakhari. Ini merupakan novel berdasarkan cerita. hk data 2020 berputar pada sekitar dunia “Keluaran”, yang merupakan tempat di mana orang-orang diberkati dengan keuletan khusus yang siap mempengaruhi jalannya kehadiran seseorang. Penulis organ ini adalah seorang penulis ulung dan imajinasinya adalah kausa utama di pulih novel ini.

Buku II: Parfum Karet Dewa Oleh Sudahu Wakhari adalah tembang epik karya W. B. Keluaran dan seluruh dunianya. Itu sebagian besar difokuskan pada kehidupan karet dewa yang tinggal di Keluaran dan dalam prosesnya; penulis menggunakan banyak permainan kata dan kurang lebih kata sifat yang pasti meninggalkan jejaknya.

Buku III: Parfum Para Dewa Sama Sudahu Wakhari merupakan sebuah kisah memikat yang menampilkan petunjuk budaya dan tradisi yang tidak terpisahkan dari Keluaran. Organ ketiga dalam semarak ini sebagian gede didasarkan pada sukma protagonis, Tika. Ceritanya terutama tentang bagaimana dia mengetahui mengenai Keluaran secara. Dia dipaksa oleh permulaan tirinya untuk minum alkohol setiap hari setelah kelas dalam sekolah. Pada uni hari, dia medapati sebuah buku pada perpustakaan sekolah yang berisi informasi akan halnya Kitab Kells, dan ketika dia membacanya, dia melihat satu buah penglihatan tentang seorang wanita cantik tergolek di tempat tilam besar di tengah laut.

Buku IV: Parfum Para Dewa Oleh Sudahu Wakhari Sekali lagi perundingan dongeng ini bersekutu pada Tika. Neneknya, Maitre’e, telah menyisih dunia, dan dia sekarang mengikuti teladannya dan menjadi seorang biksu. Di sana ia juga start mempelajari bahasa yang digunakan di Keluaran. Ini adalah kisah pertemuannya dengan 3 biksu dari Kongo, yang juga dari Penerbitan dapat melihat lulusan hkari di Singapura – Pri’ng Mui Teo, Satah Atiyani dan Ngwa Sikri, yang disebut “Kitab Enam Putra”.

Organ V: Kitab Sang Ayah Yang belakang dari himpunan enam cerita berjudul “Kitab Sang Ayah”. Ini berpusat pada pelayar an yang dilakukan Tika kepada kakek buyutnya, Guru Dhamman, dalam rumahnya di Meningie. Selama di kian, dia belajar akan halnya ajaran spiritual nun diturunkan dari nenek buyutnya. Buku tersebut juga penuh secara cerita tentang jumlah kesialan yang dialami kakek buyut, & bagaimana dia mengatasinya. Secara keseluruhan, perundingan enam cerita cepak ini adalah referensi yang menyenangkan serta menarik, yang menjadi bacaan yang indah dengan mengacu di dalam ajaran Tika serta Buddha Pelaukian nun menonjol di Singapura.